Bisnis Fotografi

Kenali dasar pengaturan kamera untuk jasa photo wedding

Kenali dasar pengaturan kamera untuk jasa photo wedding
Memiliki perlengkapan kamera yang mendukung untuk jasa photo wedding adalah hal yang paling esensial. Selain jenis lensa dan kamera yang digunakan, juga diperlukan pengetahuan yang cukup akan fitur-fitur pada kamera.

Memiliki perlengkapan kamera yang mendukung untuk jasa photo wedding adalah hal yang paling esensial untuk kesuksesan bisnis ini. Selain jenis lensa dan kamera yang digunakan, juga diperlukan pengetahuan yang cukup akan fitur-fitur yang tersedia pada kamera yang anda gunakan. Selain itu diperlukan juga pengetahuan dasar mengenai teknik dalam dunia fotografi, seperti pemilihan angle yang tepat juga diperlukan pemilihan pencahayaan yang tepat.

Beberapa hal dasar yang perlu anda ketahui mengenai pengaturan kamera untuk kebutuhan jasa photo wedding, diantaranya :

  1. Memilih mode manual

Memang lebih mudah menggunakan metode otomatis untuk mengambil gambar pernikahan, namun ketika anda berani menggunakan mode manual maka gambar yang diambil akan lebih baik jika kita tahu pengaturan yang tepat. Kunci dari pengaturan manual adalah pada pengaturan shutter dan aperture. Pada kecepatan shutter anda harus mengatur kecepatannya menjadi 1/500 s untuk mendapatkan freeze moment pasangan pengantin, seperti untuk mengambil gambar saat pasangan tersebut tertawa, berdansa, berjalan dan momen yang lain.

  1. Pastikan mengambil gambar dengan banyak fokus terhadap pasangan

Dalam mengambil foto pernikahan anda harus banyak fokus dalam mengambil foto pasangan pengantin dengan background blur, hal ini untuk menunjukkan bahwa hari itu adalah hari yang penting untuk kedua pasangan atau untuk memberikan kesan bahwa mereka adalah raja dan ratu dalam sehari. Untuk mendapatkan background blur, maka anda harus mengatur lensa anda menjadi lebih lebar antara 85mm hingga 300 mm tergantung pada posisi objek anda dari lensa.

  1. Gunakan flash pada momen yang tepat

Penggunaan flash yang tidak tepat akan merusak momen atau foto yang sudah diambil. Misalkan flash yang digunakan di dekat wajah pengantin, hal ini selain membuat pengantin silau juga akan menghasilkan foto dimana mata pengantin menjadi bercahaya dan justru menyeramkan. Flash biasanya digunakan untuk mendukung fokus suatu objek, misalkan flash yang digunakan dengan teknik off-flash dimana cahaya kamera digunakan di belakang objek sehingga memunculkan background yang bercahaya dan cerah.

  1. Gunakan lensa yang tepat

Dalam hal pemilihan lensa yang tepat, faktor yang penting disini adalah pemilihan focal length dan aperture. Biasanya akan dibutuhkan beberapa lensa, dua diantaranya adalah untuk mengambil gambar close-ups, dan satu untuk mengambil gambar dengan angle yang luas. Beberapa lensa yang tetap untuk foto wedding diantaranya ukuran : 70-200mm f/2.8 lens, biasanya digunakan untuk mengambil gambar dari jauh untuk menangkap momen yang intim seperti pengenaan cincin pengantin; 50mm f/1.2 lens biasanya digunakan saat kondisi minim cahaya, biasanya lensa ukuran ini bisa dikombinasikan dengan cahaya untuk mendapatkan hasil yang soft dan naturall; 24-70mm f/2.8 biasanya digunakan untuk mengambil gambar dengan angle yang lebih luas seperti mengambil dekorasi pesta, tempat resepsi atau tamu undangan; lalu untuk mendapatkan hasil portraits pada pasangan pengantin jenis lensa yang tepat adalah 85mm lens.